Pada bulan ramadhan, kota Palangkaraya akan menyajikan pemandangan yang berbeda dari bulan biasanya. Pada bulan ramadhan akan bermunculan pasar dadakan yang dibuka oleh warga atau pemerintah kota secara langsung. Pasar ini dikenal dengan sebutan pasar Ramadhan. Namun kebanyakan masyarakat kota Palangkaraya menyebutnya pasar wadai hal ini dikarenakan jajanan yang dijual disana identik dengan wadai. Kata wadai meruapakan bahasa banjar yang artinya kue.
Kios atau stand yang ada di pasar ramadhan ini dibuat sederhana. Didirikan dalam bentuk berjejer sepanjang jalan atau dibuat seperti terowongan yang beratap terpal . terowongan yang dibuat selebar 5 meter dan dengan panjang 20 meter bahkan samapi 50 meter. Di kiri kanan terowongan dijejer meja sepanjang terowongan sebagai tempat untuk meletakkan jajanan yang di tawarkan oleh pemilik stand. Di pasar ini banyak sekali jajanan siap saji yang merupakan jajanan untuk berbuka puasa. Mulai dari kue basah, kue kering, cendol, es buah, sampai pada lauk. Ada ikan bakar, ayam bakar, sayuran, dan berbagai jenis masakan untuk lauk.
Di kota palangkaraya, pasar ramadhan tersebar di beberapa tempat. Ada di jalan a.yani, jalan yos sudarso, ada di g.obos 12, ada di jalan raja wali, ada di jalan cilik riwut. Semua tempat-tempat tersebut ramai dikunjungi oleh para pembeli.
Dari pukul 15.00 wib, Pasar ramdhan sudah mulai ramai dikunjungi oleh pembeli. Ada yang datang untuk membeli kue atau lauk atau hanya sekedar dating untuk melihat-lihat saja. Pukul 4 - 4.15 sore merupakan waktu terpadat. Pada waktu ini pembeli saling desak-desakan untuk mendapatkan jajanan yang diinginkannya.
Untuk para pelancong yang sempat berkunjung di kota palangkaraya, jangan sampai melewatkan momen ini untuk mengunjungi tempat-tempat pasar ramadhan tersebut. Apakah hanya sekedar untuk menyaksikan keunikan pasar ramadhan kota palangkaraya atau untuk mencicipi cita rasa jajanan yang ada di pasar ramadhan tersebut.








No comments:
Post a Comment