Berburu merupakan salah satu hoby-ku sejak kecil. Di usia 10 tahun aku sudah senang berburu. Karena usia masih anak-anak maka sudah barang tentu alat yang dipakai berburu adalah ketapel. Ketangkasanku dalam menggunakan ketapel terbilang sangat jago dibadingkan anak-anak yang lain seusiaku. Burung adalah target utama ku dalam berburu. Aku mengajak beberapa temanku untuk kuajak pergi berburu di semak-semak yang diselingi dengan pohon-pohon besar. Karena daya membunuh ketapel kami sangat rendah maka sasaran kami hanya burung-burung yang kecil sebangsa burung pipit.
Beranjak remaja, tepatnya kelas 1 SLTP (tahun 1997), aku sudah sering menggunakan senapan angin meskipun hanya meminjam punya teman yang sudah dewasa. Terkadang aku menemani temanku itu untuk berburu burung tekukur. Tatkala senapannya nganggur, aku langsung mengambilnya dan membidik sasaran yang saya inginkan.
Senapan pertama yang aku miliki adalah senapan merk benjamin franklin type 347 yang dulu harganya masih Rp. 150 ribu. Senapan pertamaku ini aku dapatkan dengan cara barter. Begini ceritanya...Teman kakak-ku yang datang dari kota membawa sebuah senapan. Ketika dia duduk ditaman, dia melihat sepohon bonsai beringin. Dia sangat menginginkan bonsai milikku itu. Aku pura-pura menawarkan untuk barter sambil aku tertawa cengengesan. Pikirku tidak mungkin dia mau menukarkan senapannya dengan sepohon bonsai yang belum terlalu bagus. Diluar dugaanku ternyata dia setuju. Akhirnya jadilah senapan angin itu menjadi milikku. Dengan senapan pertamaku inilah yang selalu menemaniku berburu burung yang sudah barang tentu burung yang lebih besar dari burung pipit, seperti bangau, burung puyuh, burung punai, tekukur.
Sekarang di tanah perantauanku, hobi berburuku masih terus aku lakoni walau tak sesering waktu aku masih di kampung halamanku. Senapan angin yang aku miliki sekarang masih terbilang jadul, merek benjamin franklin yang modelnya sama dengan senapan pertamaku yakni type 347. Namun bedanya senapanku sudah aku sematkan teleskop untuk memudahkan membidik sasaran dan sudah aku modifikasi di beberapa bagian, seperti bagian popor dan drat untuk peredam.
dan aku juga memiliki senapan angin laras pendek merk sharp yang aku sematkan laser sebagai alat bantu bidiknya..
kedua senapan angin-ku inilah yang selalu menemaniku untuk berburu burung.
Ini adalah salah satu hasil buruanku...



No comments:
Post a Comment