FIDOBONE

TARO ADA TARO GAU'

Tuesday, 6 December 2011

BUKAN COVER BOY

Kenangan di bulan agustus 2001
Karena aku termasuk kategori KTC, Keren Tajir Cerdas. (Bah, ngakunya ! padahal udah jelek, miskin, bego, item... idup lagi !) akhirnya aku dinyatakan naik kelas. Hore... aku naik kelas ! aku duduk di kelas II E . Sejak cawu II kelas I aku gak pernah lagi naik sepeda sampai sekarang. Karena selain banyak teman-teman juga dapat ngecengin cewek–cewek yang jalan kaki selain itu juga karena aku gak mau gengsi gue turun harga (emang harganya berapa sih ? satu M....................ber !). Lucu ya kalau dipikir-pikir, naik sepeda kok gengsi. Harusnya bangga dong naik sepeda, yang lainnya pada jalan kaki. heran dech…
Dikelas baruku ini, ada seorang cewek , hmm, cantik sekalle. Wajahnya bulat bak rembulan, matanya bello bening bercahaya kayak lampu petromaks,dagunya bak lebah bergantung. Tapi sayang bodinya kayak pesumo, hehehe…namanya Andi Kasmi Santi, selain cantik ia juga selalu juara kelas dan bahkan juara umum. Aku senang dan bangga berteman dengan dia karena dia selain pintar juga cukup popular disekolah. Di juga gak sombong tapi dia suka ngeledekin aku dengan gurauannya.
“ Daus, kamu tampan. Kamu bisa di promosi-in jadi model sampul majalah” tutur Andi kasmi memujiku. Mukaku langsung mesem-mesem, malu-malu bersemu merah mendapat pujian. Leherku langsung panjang ampe kepalaku hampir nyundul langit-langit kelas. hihi
Trus dia sabung lagi “ majalah Fauna” Aku langsung gondok. Sialan , emangnya aku monyet. Atau jangan-jangan aku emang mirip monyet. Leherku yang tadi memanjang langsung ilang, mukaku langsung aku umpetin dalam saku bajuku.
Ada juga yang namanya Itho, alias Dewi. Anaknya kecil kayak semut. Tapi kita gak bakalan nyangka kalau suaranya ....Ngebas. Dia cerewet banget. Seandainya ada pemilihan Miss ceret pasti dia yang jadi pemenangnya. Tapi dia patut dibanggakan karena jago bahasa inggris.
Ada juga yang namanya Hamdan ( sepupunya hamdan ATT) orangnya tinggi banget, ya sekitar 178 cm . jago main volly. Tapi sayang Gigi atasnya bagian depan bolong dua biji, gara-gara pernah gigit aspal ,untuk menutupi giginya yang tanggal tersebut, ia menggunakan gigi palsu. Suatu hari kami lagi ngeguyon dan tetawa terbahak-bahak. Hahaha..... Lagi asyik – asyiknya tertawa, tiba-tiba gigi palsu Hamdan terjatuh ke lantai yang penuh debu. Tawa kami tambah rame melihat gigi Hamdan terjatuh. Dengan cueknya, Hamdan memungut giginya dan langsung memakainya tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Katanya “ Belum lima menit” meniru gaya iklan pembersih lantai super sol. Tawa kami tambah pecah. Hahaha…
Ada lagi yang namanya Nurhaini. Dia cantik, bodinya kalah ama bodi Zarah Ashari. Matanya bening sebening sayur bening. Orangnya pendiam. Jarang ngobrol dengan laki-laki. Kayaknya dia alim banget. Mungkin karena ia gak ganjen, gak centil, aku jadi naksir ama dia. Entahlah apakah aku benar-benaar naksir ama dia atau hanya sekedar pelarianku telah dimarahi Anti . Bila ada kesempatan , aku selalu memandangnya . Tapi hari itu aku lagi asik memandanginya tiba-tiba ia melihatku dan... “ Apa liat-liat” ia membentakku. Aku langsung menunduk dan pura-pura menulis (ih , kacian deh lo!) sejak kejadian itu , nyaliku langsung ciut untuk ngutrakan isi hatiku padanya.
Cawu dua kelas II , kami siswa – siswi kelas dua diberi tugas oleh guru geografi kami, Pak Rasid untuk membuat peta . masing-masing siswa membuat satu peta suatu negara yang telah ditentukan oleh Pak Rasid. Aku mendapat negara Thailan. Hari sabtu , entah tanggal berapa waktu itu , aku sudah lupa… Asrianti masuk kekelasku. “Pir, petamu udah selesai ?”
“ Sudah”
“ Udah kamu kumpul ?”
“ Iya , sudah. Kamu sudah ?”
“ Belum, aku gak ngerti pembuatan skalanya” diam sejenak “ boleh gak aku minta tolong . Ng..Buatkan aku peta”
“Kamu disuruh gambar peta negara ,apa ?”
“Korea selatan”
“ kamu bawa gak contoh petanya”
“ Iya”
“ sini . ntar aku buatkan”
Anti pun memberikan contoh peta korea selatan.Ini adalah percakapan pertama aku dengan Anti selama insiden pengusirannya terhadapku. Dengan semangat rasa cintaku padanya , akupun menggambar dengan sangat hati-hati agar aku dapat mmenghasilakan gambar yang terbaik. Dua hari kemudian gambar itupun selesai, dan dengan rasa bangga gambar itu kuserahkan kepada Asrianti.
Beberapa minggu kemudian , aku ketemu dengan Anti, dan katanya gambar peta yang aku buatkan tidak diterima ama pak Razid karena hitungan skalanya salah. Ah, aku menjadi merasa sangat bodoh dihadapannya. Tapi gak apa –apa yang penting aku udah berusaha. Hidup Pirdaus , maju terus pantang mundur, rebut hatinya dan buat incaranmu bertekuk lutut dihadapanmu.
Selesai ulangan cawu III sekolahku mengadakan porseni antar kelas. Kelas Asrianti (kelas II F) yang jadi panitia. Dari banyaknya lomba yang diadakan , aku hanya mengikuti cabang olahraga Volly, lari Estafet dan lomba kaligrafi. Dengan bakat seniku akhirnya aku merai juara dua lomba kaligrafi, dengan mengalahkan dua orang peserta lomba (hahaha… pantasan dapat juara, la wong pesrtanya lima orang !). Dengan semangat 45 , akhirnya kelasku menjadi peraih emas terbanyak dan dinobatkan sebagai juara umum porseni tahun ini. Oh, yee…bangganya jadi sang juara. Setela porseni berakhir , hari sabtu wali kelas kami, Pak Rahmat mengumumkan bahwa semua murid kelas II E naik kelas dan sekali gus membagikan raport kami . dan pengumuman yang paling membuat kami senang adalah diumumkannya bahwa kami libur selama dua minggu. Horeeee…! Libur , libur. Libur, libur…!
Tak terasa dua minggu telah terlewati, hari-hari libur telah berakhir. Dengan berat hati aku harus kembali bercengkerama dengan buku-buku yang sangat memusingkan kepalaku. Tapi toh aku dengan ceria menikmati masa-masa esemaku yang sangat indah. Hari senin, aku melangkah dengan gontai menuju kesekolah dengan wajah ceria karena sekarang aku sudah duduk di kelas tiga dan aku memilih jurusan IPS, walau sebenarnya aku sangat mencintai pelajaran Biologi, aku gak memilih jurusan IPA, ini semua karena aku gak kuat dengan matematika , kimia. Matematika dan Kimia adalah pelajaran yang sangat menyebalkan bagiku. Dikoridor Kelas 1 c, aku melihat Ambas, Syamsuri, Akmal, Ashar dan Anwar duduk dibawah pohon mangga didepan perpustakaan. Aku mendekati mereka.
“ Ambas , Aku tinggal dikelas mana ?” tanyaku pada Ambas, karena waktu pengumuman kelas aku gak kesekolah.
“ Dikelas IPS 1 ” jawabnya
“ Benner nih ”
“ Beener ”
“ Ya udah, makasih yah. Aku mau kekelas dulu”
Aku berlari kecil meninggalkan teman-temanku. Aku masuk keruangan kelas 3 IPS 1 yang bersebelahan dengan perpustakaan. Aku bagai makhluk planet yang tidak memiliki kenalan. Semua penghuni kelas ini sangat asing bagiku. hanya sebagian wajah yang aku kenal , tapi hanya sekedar kenal. Aku memilih kursi bangku nomor 2 dari belakang dan bari kedua dari kiri.
Minggu pertama masuk sekolah, kalau jam istirahat, aku menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan kalau gak disitu paling aku tiduran di mejaku dengan berbantal pada lenganku.
Suatu hari aku tiduran dikelas. Aku menutup mukaku dengan telapak tangan agar tak silau matahari. Lagi asyik-asyiknya tiduran, tiba-tiba aku mendengar suara cewek yang gak asing lagi telingaku. Suara Asrianti . Oh, pujaan hatiku. Asrianti lagi ngerumpi dengan teman kelasku, Sabri DJ (itu lho,sepupunya Titi DJ) dan dengan Rabasia, anak kelas 3 IPS 4, pacarnya Sabri DJ. Aku memasang telingaku (emangnya telinga bisa dibongkar pasang ? iya dong, sekarang kan udah serba canggih, kondom aja udah ada yang terbuat dari kulit durian) baik-baik dan mendengarkan apa yang dirumpi’in mereka. Wow , Anti membudidayakan bahasa indonesia (emang ikan dibudidayakan ?) Astaga ! hahahaa….! Bahasa Indonesianya belepotan. Campur-campur bho! Bahasa bugis plus bahasa indonesia. Aku dengar dia bilang “bilang memangki we’na” trus “anumi” pokoknya ancur deh. Sampai akhirnya Anti keluar tampa mengetahui bahwa cowok yang begitu mencintainya telah mendengar semua pembicaraanya yang super belepotan, tapi mau bilang apa lagi, itulah dialek orang bugis, ciri khas orang bugis. Beberapa minggu kemudia setelah kejadian belepotan ini aku ketemu Anti . aku menceritakan hal ini padanya. Anti tertawa terbahak-bahak dan aku ikut tertawa mengingat percakapan yang belepotan itu. Hahaha………! Setelah beberapa minggu dikelas asingku, akhirnya aku sudah akrab dengan semua makhluk asing dikelasku. Teman-temanku disini pada gaul-gaul, otomatis aku yang orangnya gak gaul , ikut ketularan gaul .

No comments:

Post a Comment