Kenangan di bulan september 1999- januari 2000
Kelas I cawu I, aku sangat rajin kerumah Rahma, di BTN Karmila , soalnya disitu ada gula. Ibarat kata pepatah dimana ada gula disitu ada semut. Anti serumah dengan Rahma. Berbagai macam alasan yang aku buat untuk bertemu dan ngobrol dengan Anti . apakah itu PR atau semacam tugas . walaupun sebenarnya tugas atau PR tersebut bisa ku kerjakan tapi demi ngecengin cewek imut ini aku rela jadi sok bego. Tanya ini tanya itu.
Kurela jadi keledai asalkan ku dekat denganmu
Kurela jadi payung tuk menaungimu
Dari hujan dan terik matahari
Asalkan kau tetap dalam tatapanku
Demi engkau aku rela
Aku bebaring diatas ranjang sambil mempelototin foto Anti . sebuah foto ukuran tiga kali empat. Foto itu aku ambil tadi siang waktu aku lagi ngecengin dia di kediamannya.
Cawu II, kebiasaanku yang selalu ngecengin Anti di rumah Rahma terhenti setelah insiden pengusiran Asrianti terhadapku. Peristiwa ini berawal dari...
Malam itu aku bebaring diatas ranjang sambil mempelototin foto Anti . sebuah foto ukuran tiga kali empat. Foto itu aku ambil tadi siang waktu aku lagi ngecengin dia di kediamannya .
Besok siangnya aku datang kerumah Anti dan sekaliguss untuk memberitahukan kalau aku mengambil fotonya.
“ Anti , aku minta fotomu yah” pintaku pada Anti (hihihi... padahal aku udah mengambilnya).
“ Gak mau ”
“ Tapi aku sudah mengambilnya” tuturku sambil memperlihatkan fotonya yang ada ditanganku.
“ Kamu ambil dimana foto itu ?” tanyanya heran
“ Di raport esempemu ”
“ Ah, aku gak mau, ayo sini balikin !” serunya marah.
Aku merasa mukaku langsung berubah. Merah karena malu.
“ Ini untukku saja ...yah ?” ucapku memohon
“ Enggak ya, enggak. Ayo balikin. Kalau enggak , aku gak mau ngajak kamu ngomong lagi ” hardiknya mengancam
“ Anti , ayo dong ” tuturku memelas
“ Nggak, ayo sana pergi dari sini !”
“ Ya, udah aku pulang” aku membalikkan badanku
“ Et,et. Balikin dulu fotonya !” sergahnya marah
Dengan hati terluka aku mengembalikan fotonya. Beribu rasa berkecamuk dalam hatiku. Aku benci dia , aku gak akan datang lagi kesini. Ah, terlalu dia masak Cuma foto saja dia gak mau ngasih sama aku. Apakah dia tak ada lagi rasa cinta yang tersimpan dihatinya untukku. Cinta yang kita rajut sewaktu esempe. Apakah cinta itu sudah hilang. Oh, Anti tega sekali dirimu padaku , hanya selembar foto kau memarahiku. Anti aku benci kamu....
Kebencianku pada Anti tak berkelanjutan. Aku tak kuasa untuk membencinya. Cintaku teralu dalam padanya lebih dalam dari sungai colo-colo (hihihi.. dangkal banget), pokoknya cintaku lebih dalam dari apapun didunia ini , lebih tinggi dari apapun di dunia ini. Setia kutanamkan benciku, cinta itu semakin erat mencengkeramku. Setiap aku melihatnya hanya rasa rindu yang timbul dihatiku, ingin dekat dengan dia, ingin ngobrol dengannya, bercanda sambil menikmati wajahnya yang cantik penuh pesona.
Aku tak sanggup untuk membencinya.
Aku cinta dia, aku sayang dia dan aku akan selalu menyimpan cintaku untuknya walau ia telah marah denganku.
No comments:
Post a Comment