Aku adalah anak yang memiliki hobi sepak bola . sejak kecil aku sudah akrab dengan bola kaki karena kakak-kakakku adalah para pemain bola sejati. Bila mereka pergi latihan main bola mereka tidak lupa untuk mengajakku. Hingga aku besar , sepak bola telah mendarah daging ditubuhku.
Setelaah aku sekolah di esemu 4 Watampone, Daeng Arasku menawariku untuk masuk disebuah club sepak bola untuk mendapatkan tekhnik-tekhnik sepak bola yang lebih baik. Aku disarankan masuk di club sepak bola BYFA karena di club ini memiliki pelatih yang memiliki tekhnik yang bagus, dia seorang mantan pemain dari club Regas yang tenar pada taun 1990-an . pelatih ini juga pernah mengikuti pelatnas di jakarta. Pelatih ini akrab dipanggil Andi Kuang yang nama sebenarnya adalah Andi Arsad.
Atas saran Daeng Arasku itu akhirnya minggu ketiga aku tinggal di kota Watampone, aku resmi masuk di club tersebut. Aku senang dengan club baruku ini , soalnya anggota BYFA didominasi oleh siswa esemu 4 Watampone , tempat dimana aku sekolah. Ada Arham, Asep alias Herman (kls II d), Aswar (kls II e) , Hendra , Herding (kls II c) sedangkan yang lainnya ada Fahrul ( SMU 1) , Yusuf (SMU 2, Fadli (MAN 1), Topang (SMU 2) , Heri, Basir (SLTP 4) , Wandy dan Anwar.
Hari ketiga turun latihan , pukul 15.15 wita. Aku duduk di trotoar pinggir lapangan sedang memakai sepatu . tiba –tiba ada suara klakson motor di belakangku, aku menoleh. Ternyata Daeng Arasku yang bergoncengan dengan seorang cewek imut and manis. Darahku langsung mendesir melihatnya . kulempar senyum dan Asrianti pun membalasnya dan sesaat kemudian mereka berlalu meninggalkan asap motornya beserta degup jantung yang tak beraturan didadaku , degup yang begitu indah kurasakan. Ah, ternyata cintaku takkan pernah mati ... padanya.
Kelas I cawu II, aku gak pernah turun latihan , aku benci melihat diriku yang tidak ada peningkatan dalam bermain bola mana lagi latihan fisiknya yang sangat berat. Harus mengelilingi lapangan merdeka sebanyak 12 kali.Waduh kapok dah .
Kelas II cawu I , aku kembali aktif ikut latihan, semangatku tumbuh lagi untuk menjadi pemain bola yang handal yang di elu-elukan penonton . Dulunya dilapangan merdeka kami selalu latihan kini pindah ke lapangan Persibo. Tapi disini lebih menyebalkan lagi dari lapangan merdeka karena lapangan persibo lebih luas dari pada lapangan merdeka tapi karena tekatku udah bulat untuk terus maju pantang mundur , aku tidak pernah berenti lagi utuk terus berlatih.
Setelah beberapa minggu aku berlatih , datang anak baru, ada Yassir (SMU 2), dan Junaidi (SMK 1) . berkat gemblengan Andi Kuang , aku mendapat tekhnik bermain bola yang banyak dan fissik yang kuat. Tapi kadang kala kalau aku bertanding, tekhnik yang kudapkan jarang kugunakan karena kadang kala otakku tidak jalan . dasar blo-on.
Club kami penah mewakili kabupaten Bone dalam turnamen bergengsi, piala Habibi. Dan pernah meraih juara tiga di turnamen Apala Cup III.
Waktu aku Kelas III, anggota BYFA bubar karena banyak yang pulang kampoeng dan ada juga yang melanjutkan sekolahnya keperguruan tinggi di kota Makassar. Kini BYFA tinggal memiliki anggota yunior umuran 9-13 tahun.
Waktu aku kelas III, sekolahku membentuk sebuah club sepak bola. Aku masuk sebagai pemain dari Club SMAPAT ( SMU 4). Tim kami beberapa kali mengikuti turnamen tapi sayang kami belum pernah mendapat juara. Yah, mengkin nasip tim kami lagi tidak mujur.
No comments:
Post a Comment