FIDOBONE

TARO ADA TARO GAU'

Monday, 7 August 2017

AGUSTUS YANG DULU APA KABARNYA ?

Bulan agustus. Bagi warga negara indonesia, bulan agustus adalah bulan di proklamasikannya kemerdekaan indonesia. Bulan agustus, selain sebagai bulan bersejarah bagi bangsa indonesia, juga sebagai salah satu bulan yang memiliki  banyak kenangan dalam hidupku. Di bulan agustus di tahun 1995 aku pertama kali aku belajar mandiri jauh dari ibu. Ikut berkemah dengan anggota pramuka gudep esde inpres 6/75 cabbeng. belajar bagaimana hidup tanpa berteriak “emakkk..lapar” . Belajar menggunakan otak untuk bertahan hidup, yang biasanya otak hanya dipakai buat bermain.hehehe.
Merasakan betapa horornya harus mandi disungai yang konon ada buayanya. Merasakan betapa beratnya membawa jerigen penuh air kiri kanan untuk di bawa ke tenda.  Merasakan betapa sakitnya perut saat menahan boker diujung tanduk karena bingung mau boker dimana. Dan betapa kesalnya ketika mengendap-endap mencari tempat boker yang strategis tiba-tiba menginjak e’ek manusia yang masih hangat. Amazing…
Ketika pagi tiba pemandangan kebun cokelat di sekitar perkemahan akan dihiasi pemandangan yang serba kuning. Kotoran anak-anak pramuka yang bertebaran di hampir setiap pohon cokelat. Dan aku adalah salah satu pelakunya. Biar pohonnya subur. Hehehe…
Di bulan agustus di tahun itu juga untuk pertama kalinya aku tampil di muka umum. Aku dipilih menjadi anggota tim SKJ sekolahku, SD inpres 6/75 Cabbeng. Bumi perkemahan Unyi jadi saksi bisu bagaimana aku mengalahkan grogiku di pelototin para penonton.
Di bulan agustus di tahun itu juga aku menjadi tumpuan harapan bagi tim sepak bola dan sepak takraw sekolahku, namun aku gagal mempersembahkan kemenangan bagi sekolahku. Aku gagal mengeksekusi finalty. Tendangan kerasku hanya mengenai tiang gawang hingga tiang yang terbuat dari bambu roboh. Smashku gagal membuahkan hasil gemilang. Ya tak apa lah. Memang bintang tak selamanya bersinar. Mungkin lagi mendung.
Di bulan agustus ini juga tepatnya tahun 1997 aku di tunjuk mewakili kelasku, kelas II C untuk mengikuti lomba menyanyi solo dalam porseni esempe satu dua boocoe. Dulu waktu aku esempe kata temanku Kasmiana, aku tu punya suara emas. Tapi suaraku jadi rusak gara-gara mentorku menyuruh aku teriak-teriak di dalam air dan itu membuat pita suaraku pecah. Mungkin aku tidak ditakdirkan menjadi penyanyi. Karena yang meminta aku buat mewakili kelasku adalah cewek gebetanku, akhirnya aku mengiyakan meskipun aku sudah panas dingin membayangkan diriku tampil sendirian diatas panggung. Asli horor banget. Maklum aku orangnya nervousan. Aku pun diantar sama abangku pergi latihan menyanyi. Karena lagu yang akan aku bawakan belum pernah aku dengar jadi harus belajar menyanyikannya sama orang yang menguasai lagu tersebut. 3 hari berturut-turut aku diantar abangku pergi ke kelurahan unyi yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku. Dan satu hari sebelum hari H aku berdoa semoga aku sakit sehingga aku gak perlu mati berdiri diatas panggung karena nervous. Namun doaku tidak terkabul. Akupun cemas sekali. Apa yang harus aku lakukan. Akhirnya aku memutuskan pura-pura sakit. Untung saja waktu itu belum ada telepon jadi gak diteleponin buat segera tampil. Wkwkwkwk… mungkin aku harus diterapi untuk menghilangkan nervousku yang kelewat batas. Enam tahun kemudian aku baru mulai bisa mengendalikan nervousku meski tampilnya tidak sendiri. tampil berdua diatas panggung di pelototin ratusan mata itu bukan hal yang mudah bagi jiwa-jiwa yang nervousan seperti aku. Butuh keberanian untuk melakukan itu. Butuh energi yang besar untuk mengendalikan nervous. Agustus itu aku ditunjuk untuk mewakili KKSS mendampingi Dini untuk memperkenalkan budaya bugis di tanah borneo. Dan alhamdulillah aku behasil melakukan tugasku dengan baik begitu pun dengan Dini. Eh apa kabarnya Dini. Si pemilik wajah yang mirip Dian Sastro bila dia tersenyum.
Di bulan agustus ditahun 1998 aku mengangkat tropi juara I sepak bola antar desa. Tim yang selama ini  selalu merindukan bulan berhasil terbang memetik bulan. Tim juara bertahan yang selama ini ditakuti lawan-lawannya berhasil kami tumbangkan dengan kemenangan telak 3-0.  
Bulan agustus di tahun 2002 adalah bulan agustus  yang paling tidak terlupan. Agustus di tahun itu aku bisa lebih dekat dengan gadis gebetanku. Aku dan dia ditunjuk ikut dalam tim obade desa cabbeng yang nantinya akan mengikuti lomba paduan suara se kecamatan dua boccoe. Tiap malam kami latihan bersama. Hari terakhir latihan, cintaku yang sekian lama  aku timang-timang dalam lubuk hatiku akhirnya bersemi tanpa kata-kata. Ya hanya sebuah isyarat mata dan sebuah gandengan tangan membuat hati kami satu. Hem..apa kabarnya dia sekarang. Semoga dia bahagia, sebahagia aku saat ini bersama bidadari kecilku dan jagoan kecilku yang selalu membuat aku tertawa dan  berdecak kagum dengan pola tingkahnya yang banyak akal. Dasar si otak kanan. Hidup otak kanan, Itu Muhammad Alif Husain Palawero.
Agustus selalu berhasil menggelitik hatiku. Membongkar laci-laci memori otakku. Meluncur, melaju dan memeluk kenangan yang jauh telah tertinggal. Apa kabarnya kalian yang dulu ikut meramaikan agutusku?


No comments:

Post a Comment