Jejak di Agustus 2016
PIKNIK bagi aku itu penting. ya piknik dimana aja asalkan suasananya menyenangkan. namanya juga piknik ya harus dong menyenangkan hati. piknik dengan keluarga bagi aku itu sangat mudah mengatur waktunya. kapan aja, dimana saja, tinggal duitnya aja seh yang rada susah diatur. wkwkwk...
Namun piknik sama teman-teman kantor bagi aku itu sangat susah. karena ngumpulin orangnya dan menyatukan suara itu sangat susah. ada-ada aja alasan teman-teman untuk tidak bisa ikut. namun kali ini benar-benar sesuatu banget karena bos kami mendukung untuk berangkat piknik bareng, sehingga teman-teman yang biasanya tidak ikut ambil bagian untuk piknik, kini pada ikut karena bos yang langsung menghimbau ke anak buahnya. "saudara2 sekalian, demi memupuk rasa kekeluargaan kita, saya menghimbau kepada semua karyawan karyawati agar dapat ikut dalam kegiatan liburan bareng kita kali ini" dan....jadilah kita berangkat rame-rame.
| A. Ridar Sutaryanto, Bc.IP.,SH.,MH. Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya Periode 2014-2016 |
Sebagai panitia pelaksana, kami geng Kurpik (Kurang Piknik) seminggu sebelumnya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan piknik bareng ini. mulai dari membahas kegiatan apa yang akan kita lakukan untuk seru-seruan. tempat yang mana saja akan kita jadikan destinasi. berapa besar dana yang diperlukan, sampai membahas baju yang akan kita pakai sebagai kostum kebersamaan. dan akhirnya setelah kami melakukan pembicaraan panjang dan tertutup dengan dengan Bos kami. weis pembicaraan rahasia...hihi... Akhirnya ditentukanlah bahwa tempat yang akan dijadikan destinasi piknik kita kali ini adalah Bukit Batu Banama di puncak tangkiling dan Sungai Batu Sei Gohong tangkiling.
Semua perlengkapan piknik sudah siap. Alat kegiatan lomba untuk seru-seruan sudah lengkap, dan yang paling penting adalah konsumsi. Ini tidak boleh ketinggalan, karena kita akan mendaki gunung yang otomatis tenaga kita akan terkuras habis jadi butuh asupan energi yang banyak.
Sebelum mendaki gunung, bapak Eka Pra yang bertindak sebagai komandan rombongan, mengomandoi pelaksanaan apel persiapan mendaki, menghitung jumlah personil yang ikut mendaki gunung dan berdoa bersama agar kita diberikan keselamatan dalam kegiatan ini.
Kami pun mendaki bukit batu banama yang merupakan salah satu gugusan gunung tangkiling. Dan batu banama ini merupakan gugusan yang tertinggi diantara gugusan gunung tangkling yang lainnya.
Kami berjalan mendaki bukit Banama mengikuti jalan setapak yang dibuat oleh pengelola taman wisata. Jalanan bertangga dari beton yang dilengkapi dengan pagar agar pendaki tidak tergelincir terguling guling dari ketinggian. Dengan adanya jalan tersebut, para pengunjung tidak akan tersesat dan dapat dengan mudah Mendaki tanpa harus melewati jalanan terjal nan curam.
Setelah puas menikmati pemandangan di puncak dan tentunya selfie dan poto bareng yang sudah menjadi rukun piknik, hehe... Kami turun untuk makan siang di daerah lereng bukit banama.
Sebenarnya makan siang di puncak itu lebih asik tapi agak ribet membawanya naik keatas. gak membawa barang bawaan aja uda setengah mampus naiknya, apalagi kalau bawa beban bisa smaput. hehe... Selain itu di atas tidak ada tempat yang datar untuk acara game seru-seruan.
Dilereng tak kalah kerennya juga dengan di puncak. di lereng cukup asri dengan taman yang dibuat oleh pengelola, gajebo dan pendopo siap untuk memanjakan tubuh lelah sehabis mendaki. sungai kecil mengalir jernih di depan gajebo, menambah suasana syahdu piknik kami.
Setelah rasa lelah ditelan kesyahduan, acara kami lanjutkan dengan game yang bikin heboh seantero gunung Tangkiling (lebayyy...Bhahaha...). Game joget balon dengan lari kelereng. Kami tertawa lepas menyaksikan kejailan, kegokilan teman-teman yang ikut game.
Kang Taslim dan kang Made hampir berciuman gara-gara balonnya meledak ditusuk duri oleh mas Thoha. bhahaha.....
dan game lari kelereng yang mendebarkan saat menjaga keseimbangan agar kelereng tidak jatuh dari senok, berubah jadi gelak tawa saat yang lain mendoronng tubuh lawan berusaha menjatuhkan kelereng lawan dari sendok. wkwkwwk...
Kecerian, sorak sorai membahana saat jagoan berhasil sampai finish.
Setelah perlombaan selesai kami pun berleha-leha sambil menikmati menu makan siang yang sudah disiapkan panitia.
Petualangan belum berakhir gaes. Setelah puas menikmati kesyahduan suasana bukit Tangkiling, perjalan kami lanjutkan ke Sungai Batu Sei Gohong yang terletak tak jauh dari Banama Bukit Tangkiling.
Setelah Komandan rombongan memastikan lengkapnya anggota, kami pun meluncur menuju tekape. hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di tekape.
Lain di gunung lain di lembah. namanya aja sungai tentunya kita akan disuguhi pemandangan aliran sungai. namun pemandangan disekitarnya tak kalah asrinya gaes. pengelola wisata telah menyulap semak belukar menjadi taman dan gajebo-gajebo tempat peristirahatan yang nyaman. karena namanya sungai batu jadi tentunya yang jadi pesona adalah batuan sungai yang besar tersusun secara alami yang indah. suara gemuru dan percikan air saat menabrak batuan-batuan sungai dan suara burung hutan membentuk harmoni yang indah dari alam. sangat cocok buat menenangkan diri dan relaksasi. hem...
karena saat itu volume air lagi tinggi sehingga menimbulkan arus yang cukup deras membuat kami tertantang untuk bermain arum jeram. dengan berbekal ban dalam mobil karena disini tidak menyewan perahu karet, kami menerjang arus memacu adrenalin.
Saat seorang provokator menyerang dengan lemparan air, memancing kami untuk saling serang hingga keadaan menjadi tidak terkenali. chaos. hujan percikan air menghambur keudara. mengarah kewajah. Keriuhan dan gelak tawa kami memecah kesunyian hutan. Keseruan ini membuat rasanya tidak mau berhenti bermain air.
Setelah puas main air dan tangan pun sudah keriput karena kedinginan, kami pun mengakhiri petualangan seru kami. momen keseruan ini tak luput untuk kami abadikan dalam sebuah jepretan sehingga kami tetap dapat menatap dan mengenang keseruan yang indah itu.
Semoga keseruan seperti ini dapat terulang kembali dalam kebersamaan keluarga besar Lapas Palangka Raya. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga kita bisa kembali mengukir jejak-jejak yang indah. Aamiin.

No comments:
Post a Comment