Pukul 15.29
aku baru tersadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 15.29 setelah ada telpon dari Fajar menyuruh cepat datang kelapangan. Sore ini tim kami akan bertanding melawan ps kalteng pos. Aku buru-buru memacu motorku dengan jaket kugantung di tas yg kugantung di bahuku. Sekitar 1 km aku telah meninggalkan rumah, jaketku terjatuh namun aku masih sempat meraihnya yang tersangkut di stater injak motorku. Aku menggantung jaketku dibahu kiriku dengan ujungnya kugigit. Aku terus melaju. Sampai di jalan c.bangas tiba-tiba jaketku kembali terjatuh. Aku tak sempat menangkapnya lagi. Tiba-tiba motorku oleng dan terhenti. Perasaanku tidak enak. Jangan-jangan jaketku masuk ke gir dan ternyata benar. Aku panik. Bukan karena jaketku rusak termakan gir moto tapi jam sudah menunjukkan pukul 15.49, itu menunjukkan pertandingan akan segera dimulai. Sedangkan ini juga akan memakan waktu lama karena tidak mudah untuk melepas jaket tersebut. Aku mengambil tindakan cepat, aq mendatangi salah satu kamar barak yang ada dipinggir jalan untuk meminjam pisau. Setelah memdapat pisau, aku langsung memotong-motong jaketku. Aku sedikit kesulitan karena jaketku tergulung dengan erat. Keringatku bercucuran. Tak lama kemudian akhirnya jaketku terlepas dalam kondisi terpotong-potong. Setelah mengembalikan pisau yang kupinjam, aku langsung mendorong motorku dengan berlari-lari kecil menuju ke bengkel yang letaknya sekitar 120 meter dari sini, karena rantainya terlepas dan sangat kendor bila dipasang karena cincin pengencang rantainya patah. 5 menit kemudian aku sudah sampai di bengkel tersebut.
No comments:
Post a Comment