
Kenangan di tahun 1996-1999
Setelah lulus esde, aku melanjutkan sekolah di eseltepe 1 Dua Boccoe, teman esdekhu yang sekolah disini, ada Asrianti, Jusmiati, Putri Indar Dewi, Andi Yusnita, and Andi Azis.
Sudah menjadi ketentuan bahwa setiap siswa baru harus mengikuti P4 untuk menanamkan nilai-nilai pancasila di dalam jiwa generasi bangsa. Aku berada di ruangan tiga. Di ruangan ini teman esdeku Cuma ada Indra wait dan Andi Yusnita ama Andi Azis. Aku duduk di sudut kanan paling belakang bersama seorang yang belum ku kenal yang setelah beberapa jam duduk sebangku akhirnya aku tahu namanya setelah di sebut oleh kakak senior, namanya Musliman. Ni anak jorok banget. Gimana tidak jorok kalau giginya penuh plak dan berwarna kuning. Kami mengikuti P4 selama satu minggu. Hari kedua saat materi lagi kosong, kakak pendamping masuk untuk mengisi waktu. Kami diajak bernyanyi bersama. Lagunya “ampar-ampar pisang”. Kami mengulang-ngulang lagu tersebut samapai kaka pendamping kami bosan mendengarnya. Akhirnya kakak senior kami menunjuk kami satu-persatu untuk menyanyikan lagu. Dan pada akhirnya ia menunjuk aku. Kuberanikan diri untuk naik setelah sebelumnya aku ditarik-tarik dipaksa untuk naik. Aku berdiri tegak tanpa ekspresi dan menyanyikan sebuah lagu yang pernah dipopulerkan Tommy J. Pisah “Mungkin lebih baik”. Saat aku menyanyikan lagu tersebut semua orang yang ada diruangan itu pada terpesona dan terkagum-kagum mendengarnya. Besoknya ketika salah satu Ibu Guru kami yang masuk memberikan materi, lagi-lagi kakak pendampingku menunjuk aku dan meyakinkan Ibu Guru yang setelah Kelas III baru aku tahu namanya yaitu Ibu Rosnaini yang belum saya tahu namanya, bahwa suaraku bagus dan pintar nyanyi. Tak ayal lagi aku pun disuruh oleh Ibu Guru tersebut untuk tampil kedepan dan aku diminta agar aku menyanyikan lagu yang aku bawakan kemarin. Setelah menyanyi Ibu Guru yang belum aku tahu namanya itu mengangguk-angguk dan bertepuk tangan mengagumi kemerduan suaraku.
Setelah P4 selesai kami pun masuk kelas masing-masing. Aku duduk dikelas I E, satu kelas dengan Asrianti, Jusmiati dan Andi Azis. Sedangkan Andi Yusnita dan Putri Indar Dewi duduk dikelas I D.
Kelas I cawu II , ada siswa pindahan , namanya Kasmiana, dia gak tau bahasa bugis , bisanya hanya bahasa Indonesia. aku sangat akrab sama dia, tapi sayang matanya agak sedikit Njuling. Kasmiana ini sangat mengagumi kemerduan suaraku. Akatanya aku memiliki suara emas. Hehehe… berapa karat ya?
Aku kesekolah dengan mengendarai sebuah sepeda. Jarang sekali aku naik mobil angkot, solanya kalau naik mobil , penyakitku langsung kumat. Kepala pusing dan pingin muntah (dasar anak kampungan gak pernah naik mobil, biasanya hanya naik andong).
Cawu I dan II aku sangat rajin menghapal kalau mau ulangan, tapi pas cawu III akhirnya imanku goyah, aku nekat membuka contekan. Ini karena aku ketularan ama teman-teman yang lain, dan ternyata aku sangat berbakat dalam soal buka-buka catatan (contekan). Berkat usahaku menghafal and mencontek akhirnya aku dinyatakan naik kelas , dengan menduduki rangking 18 dari 35 murid, lumayan .... dari pada rangking terakhir.
Di kelas II cawu I aku duduk di kelas II c , aku tetap sekelas dengan Asrianti, Jusmiati dan Andi Azis. Sekitar dua minggu massuk sekolah, datang siswi pindahan, namanya Rahmawati dan akulah cowok yang pertama akrab sama dia. Ya, mungkin karena aku anaknya kece ( ge-er deh gw ) dan baik hati (bah, baik hati ? gw baru tau tu…!!??) jadi aku bisa akrab cepat dengan pendatang baru. Dengan Rahma ini aku banyak bercanda, bertingkah seakan-akan aku jadian ama Rahma dan kadang over acting, ini kulakukan karena Asrianti. Ya, aku ingin melihat ekspresi wajahnya. Apakah dia jeles atau tidak. Beberapa bulan ini tiba-tiba aku ada perasaan aneh bila ketemu dengan Asrianti. Sebenarnya gejala ini sudah muncul sejak kelas 1 kemarin namun belum terlalu parah. Dan sebenarnya aku memang sudah mengagumi Asrianti sejak aku duduk di bangku esde. Dan setelah duduk di bangku esempe rasa kagum itu berubah menjadi rasa yang tidak dapat kuterjemahkan. Ya, mungkin inilah yang dinamakan cinta. Usahaku untuk membuat Asrianti jeles belum membuahkan hasil, atau aku yang tidak bisa membaca wajah dia?
Pada Cawu II, diadakan kelas unggulan, kelas sedang and kelas terpuruk.. setelah diproses bersdasarkan nilai raport , akhirnya aku ditetapkan duduk di kelas sedang aliss kelas II b. sedangkan. Teman esdekhu dissini, ada Jusmiati, Andi Azis, Andi Yusnita, dan Putri Indar Dewi. Sedangkan Asrianti duduk dikelas unggulan, karena dia memang anaknya jenius.
Sebenarnya aku juga ditempatkan di kelas unggulan , tapi aku nolak ( ih, maunya . mana mungkin kelas unggulan, rangkingnya aja waktu cawu I , rangking 23 ) aku lebih suka sekelas dengan Putri Indar Dewi . Putri khan anaknya suoer kece , mirip ama Cut Keke, terkece di kelas II b ., paling suka makan pecel lele yang bikin rambut brekele dan kecele deh gak dapat Cowok kece. Dan akhirnya, hehehe......!
Waktu penaikan kelas . anak kelas II yang naik ke kelas III di wajibkan ikut pesantren kilat. Yang dilaksanakan selama 3 hari.
Pada waktu pelaksanaan pesantren kkilat. Aku terkena serangan Puber, dan ini adalah puber pertamaku. Aku jatuh cinta ama cewek teman esdekhu dulu.
Kalau pembawa mmateri lagi menerangkan diatas , aku cuekin aja, aku malah asyi merampok-rampok pandang ama cewek incarankhu. Waktu aku lagi asyik pelototin cewek itu, tiba-tiba ia melihatku. Pandangan kami berbenturan dan saking kencangnya timbul percikan api (hihihi ... kayak mobil tabrakan aja) dan akhirnya kami saling tatap-tatapan . jantungku berdegup kencang kayak bel becak ( kreng, kreng, kreng !) tbuhku terasa terkena strum tegangan tinggi, darahku mendesir. Tapi ... oh, asyiknya , indahnya......
Kumenatap wajahmu yang manis
Semanis permen didalam toples
Kumemandang wajahmu yang elok
Seelok pemandangan bulu mampu
Kutatap matamu, kau tatap mataku
Jantungku berdegup kencang
Darahku mendesir
Tapi aku menikmatinya.
Duniaku terasa indah,
Seindah langit berpelangi
Oh, kutelah jatuh cinta
Cinta pertama dan hal terindah
Yang pernah kurasakan.
Oh cinta pertama
Engkau laksana pohon cemara
Yang tumbuh ditaman hatiku.
Membuta hari-hariku jadi indah
Keindahan pertama yang tiada seindah
Yang pernah kubayangkan
Hari ke tiga pesantren kilat , aku ketemu hasniati, teman akrab Asrianti. Dia menyapaku.
“: Hei, Eko, sini sebentar”
“ Ada apa ?” tanyaku
“ Kemarin Anti (panggilan Asrianti) cerita ama aku, dia bilang ‘kenapa tu ya , Eko selalu ngeliatin aku’ trus aku bilang ‘dia naksir kamu kali”
Mukaku langsung bersemu merah , aku malu ketauan. Aku hanya bisa tersipu-sipu malu dan buru-buru berlalu.
Karena Hasni akrab dengan Anti dan dia udah tau kalau aku ada hati ama Anti , maka aku minta ama Hasni agar ia mau nyomblangin aku dengan Anti dan Hasni pun mau-mau aja.
Sealesai pesantren kilat , kami libur selama dua minggu. Setelah libur berakhir akhirnya tiba juga hari pertama masuk sekolah. Banyak anak-anak yang gak masuk sekolah , alasannya karena kalau hari pertama masuk sekolah biasanya disuruh bersih-bersih ruangan dan halaman kelas karena kotor setelah ditinggalkan selama dua minggu , dan emang benar hari itu kami disuruh membersihkan ruangan kelas dan nyabutin rumput di halaman kelas masing-masing.
Besoknya kegiatan belajar mengajarpun dimulai. Aku duduk di kelas III b. ternyata cewek yang aku incar sekelas dengan aku. Wow , seneng banget deh.
Aku duduk dibangku paling depan kanan sebangku dengan Andi azis, dan cewek incaranku duduk di bangku paling depan kiri, sebangku dengan Jusmiati.
Kalau Ibu bapak guru lagi celoteh didepan , aku cuek aja . aku malah asyik merampok-rampok pandang ama Anti, dan beberapa kali kami saling tatap-tatapan sambil senyam-senyum. Oh, indahnya . dunia tersa milik berdua.
Tiga hari kemudian , aku kerumah Hasniati katanya ada yang pengen dibilangin ama aku.
“ kamu bilang apa ama aku ” tanyaku sesampai di rumah Hasniati.
“ Begini, kalau kamu katanya suka dia, gambarkan katanya bentuk love , dan didalam gambar love itu kamu tuli ‘Felix dan Yosi’. Ngerti ?” terang Hasni panjang kali lebar sama dengan luas( hihihi... ada-ada aja).
“ Apa itu Felix ama Yosi ?” tanyaku gak ngerti (emang kamu dasar bego).
“ Maksudnya. Felix itu kamu, dan Yosi itu Anti”
“ Oke, aku ngerti . sekarang aku pulang dulu yah”
“Kok buru-buru ?”
“ Khan, mau buat gambar” jawabku nyengir. Hasni ketawa dan akupun ikut tertawa, entah apa yang lucu. Hahaha.........!
Warna Merah
Felix Motif bunga
And
Yosi
Besoknya gambarku kuserahkan pada Hasni untuk selanjutnya diserahkan ama anti, soalnya aku malu ama Anti kalau aku yang langsung memberikan gambar itu pada Aanti. Waktu kusserahin itu gambar ama hasni . aku bilang ama Hasni.
“ Suruh juga ya , Anti buatin aku yang kayak ginian”
“ Oke deh”
“ Tenks ya”
“ Oke”
Baesoknya aku ketemu ama Hasni, ia memberikanku sepucuk kertas yang terlipat rapih katanya dari Anti. Aku senang banget.
Pulang sekolah aku langsung kerumah Jusmiati untuk eminjam kamus Bahasa Jaerman Soalnya isi kertas tersebut berbahasa jerman. Dengan semangat 45 akhirnya aku menemukan semua arti isi surat tersebut.
“Eko, apakah kamu tidak malu , kalau orang tau kalau kita pacaran”
Setelah mengetahui artinya , aku langsung menulis surat untuk balasan Anti .yang isinya :
“Ngapain aku haruss malu sama orang-orang , yang penting sekarang aku cinta ama kamu”
Bessoknya surat itu kuserahkan pada Hasni untuk disampaikan ke Anti. Setelah ini gak ada lagi ssurat-suratan.
Hubungan kami ini sangat lucu, soalnya kita pacaran tapi kami jarang sekali ngobrolnya itupun ngobrolnya kalau gak ada orang. Sejujurnya aku malu sama orang-orang disekitarnya karena sangat tabu bagi anak seusiaku pacar-pacaran. Maklum di kampung.
Kalau kami berpapasan apalagi kalau banyak orang, kami kayak gak saling kenal, Anti tidak mau melihatku, dia hanya menunduk terus., hanya Hasni yang disampingnya selalu tersenyum ke aku. Tapi walaupun begitu kami tetap memiliki ikatan batin.
Pada cawu II , aku gak sekelas lagi dengan Anti karena diadaakan lagi kelas unggulan dan dia lagi-lagi duduk di kelas unggulan . ssedangkan aku tetap kdikelas III b. Pertengahan cawu II , Anti memberikan aku sepucuk surat lewat Jusmiati. Aku seneng banget. Kayak menang lotre.
Sepulang sekolah , aku mengayuh sepedaku dengan buru-buru pengen cepat sampai ddirumah , aku udah tidak tahaan lagi pengen baaca isi surat Anti . ssesampai di bulu-bulu Becce, aku mampir untuk membaca ssurat Anti , aku udah gak tahan , dan disini emang suasananya sunyi, gak ada perumahan.
Dengan jantung berdebar-debar , kubuka lipatan kertas tersebut dan membacanya
“Eko, aku minta hubungan kita ditunda dulu karena Ebta-Ebtanas sudah dekat. Aku mau memfokuskan pikiranku pada pelaajaaran. Kamu juga khan ? maaf yah, aku harap kamu jangan marah. Oh ya, kalau sudah ddi baca langsung aja dirobek”.
Hatiku sakit setelah membaca isi surat tersebut. Tadi aku yang sangat bersemangat kini aku lemes kayak gak pernah makan selama sebulan ( itu sih gak lemes lagi kalau sebulan, tapi koit !)
Selama aku menerima surat itu, aku gak pernah lagi ngurusin yang namanya Anti, walaupun dalam lubuk hatiku aku sangat msngharapkannya karena dia adalahcinta pertamaku .
Cinta pertama laksana batu karaang
Yang takkan pernah goyah
Walau diterjang badai tsunami sekalipun
No comments:
Post a Comment