FIDOBONE

TARO ADA TARO GAU'

Monday, 18 October 2010

KAUM 'AD DAN UBAR

KAUM 'AD DAN UBAR
"ATLANTIS di PADANG PASIR"
Adapun kaum 'Ad maka mereka
telah dibinasakan dengan kejadian
yang luar biasa. Adapun kaun Aad
maka mereka telah dibinasakan
dengan angin yang sangat dingin
lagi amat kencang, yang Allah
menimpakan angin itu kepada
mereka selama tujuh malam dan
delapan hari terus menerus; maka
kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu
mati bergelimpangan seakan-akan
mereka tunggul-tunggul pohon
korma yang telah kosong(lapuk).
Maka kamu tidak melihat
seorangpun yang tinggal diantara
mereka. (QS. Al-Haaqqah: 6-8)
Kaum lain yang dihancurkan dan
disebutkan dalam berbagai surat
dalam Al Qur'an adalah kaum 'Ad
yang disebutkan setelah kaum Nuh.
Nabi Hud yang diutus untuk kaum
'Ad memerintahkan kepada
kaumnya , sebagaimana yang telah
dikerjakan oleh para nabi, untuk
beriman kepada Allah tanpa
menyekutukan-Nya dan
mematuhinya ( Hud) sebagai Nabi
pada waktu itu. Orang-orang
menanggapinya dengan rasa
permusuhan terhadap Hud. Mereka
menuduhnya sebagai orang yang
kurangajar, penuh dengan
kebohongan dan berusaha untuh
mengubah sistem yang telah
berlangsung sejak para pendahulu
mereka.
Dalam Surat Hud semua hal yang
terjadi antara Hud dengan kaumnya
diceritakan secara detail :
Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus)
saudara mereka Hud. Ia berkata;"Hai
kaumku,sembahlah Allah, sekali-kali
tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.
Kamu hanyalah mengada-adakan
saja. Hai kaumku, aku tidak meminta
upah kepadamu bagi seruanku ini.
Upahku tidak lain hanyalah dari
Allah yang telah menciptakanku.
Maka tidakkah kamu memikirkan
(nya)?. Dan (dia berkata);"Hai
kaumku, mohonlah ampun kepada
Tuhanmu, lalu bertobatlah kepada-
Nya, niscaya Dia menurunakan hujan
yang sangat deras atasmu dan Dia
akan menambahkan kekuatan
kepada kekuatanmu, dan janganlah
kamu berpaling dengan berbuat
dosa." Kaum 'Ad berkata;"Hai Hud,
kamu tidak mendatangkan kepada
kami suatu bukti yang nyata, dan
kami sekali-kali tidak akan
meninggalkan sembahan-sembahan
kami karena perbuatanmu, dan kami
tidak akan sekali-kali mempercayai
kamu. Kami tidak mengatakan
melainkan bahwa sebagian
sembahan kami telah menimpakan
penyakit gila atas dirimu." Hud
menjawab ;'seungguhnya aku
bersaksi kepada Allah dan
saksikanlah olehmu sekalian bahwa
sesungguhnya aku berlepas diri dari
apa yang kamu persekutukan, dari
selain-Nya, sebab itu jalankanlah
tipu dayamu semuanya terhadapku
dan janganlah kamu memberi
tangguh kepadaku. Sesungguhnya
aku bertawwakal kepada Allah
Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada
suatu binatang melatapun
melainkan Dia-lah yang memegang
ubun-ubunnya. Sesungguhnya
Tuhanku diatas jalan yang lurus."
Jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya aku telah
menyampaikan kepadamu apa
(amanat) yang aku diutus (untuk
menyampaikan)nya kepadamu. Dan
Tuhamku akan mengganti (kamu)
dengan kaum yang lain (dari) kamu;
dan kamu tidak dapat membuat
mudharat kepada-Nya sedikitpun.
Sesungguhnya Tuhanku adalah
Maha Pemelihara segala sesuatu.
Dan tatkala datang azab Kami, Kami
selamatkan Hud dan orang-orang
yang beriman bersama dia dengan
rahmat dari kami; dan Kami
selamatkan (pula) mereka (di
akhirat) ari azab yang berat. Dan
itulah (kisah) kaum 'Ad yang
mengingkari tanda-tanda kekuasaan
Tuhan mereka, dan mendurhakai
rasul-rasul Allah dan mereka
menuruti perintah semua penguasa
yang sewenang-wenang lagi
menantang(kebenaran). Dan mereka
selalu diikuti dengan kutukan di
dunia ini dan (begitu pula) di hari
kiamat. Ingatlah, sesungguhnya
kaum 'Ad itu kafir kepada Tuhan
mereka. Ingatlah, kebinasaanlah
bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum Hud itu.
( QS Hud 50-60).
Surat lain yang menyebutkan
tentang kaum 'Ad adalah surat Asy-
Syu'araa'. Dalam surat ini ditekankan
sifat-sifat dari kaum 'Ad. Menurut
surat ini kaum 'Ad adalah "orang-
orang yang membangun tanda-
tanda/monumen disetiap tempat
yang tinggi" pan para anggota
sukunya "membangun gedung-
gedung yang indah dengan harapan
mereka akan hidup didalamnya
(selamanya)". Disamping itu, mereka
mengerjakan kerusakan/kejahatan
dan berkelakuan brutal. Ketika Hud
memperingatkan kaumnya, mereka
mengomentari kata-katanya sebagai
"kebiasaan kuno". Mereka sangat
yakin bahwa tidak ada hal yang
akan terjadi terhadap mereka;
Kaum Hud telah mendustakan para
rasul. Ketika saudara mereka Hud
berkata kepada mereka ;Mengapa
kamu tidak bertaqwa.
Sesungguhnya aku adalah seorang
rasul; keperccayaan (yang diutus)
kepadamu, maka bertaqwalah
kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Dan sekali-kali aku tidak meminta
upah kepadamu atas ajakan itu;
upahku tidak lain hanyalah dari
Tuhan semesta alam. Apakah kamu
mendirikan pada tiap-tiap tanah
tinggi bangunan untuk bermain-
main, dan kamu mmbuat benteng -
benteng dengan maksud supaya
kamu kekal (didunia?). Dan apabila
kamu menyiksa, maka kamu
menyiksa sebagai orang-orang yang
kejam dan bengis. Maka bertaqwalah
kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Dan bertaqwalah kepada Allah yang
telah menganugerahkan kepadamu
apa yang kamu ketahui. Dia telah
menganugerahkan kepadamu
binatang-binatnag ternak dan anak-
anak, dan kebun-kebun dan mata
air, ssungguhnya aku takut kamu
akan ditimpa azab hari yang besar".
Mereka menjawab ;"Adalah sama
saja bagi kami, aoakah kamu
memberi nasehat atau tidak
memberi nasehat, (agama kami) ini
tidak lain hanmyalah adat kebiasaan
orang dahulu, dan kami sekali-kali
tidak akan di"azab". Maka mereka
mendustakan Hud, lalu Kami
binasakan mereka. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda (kekuasaan Allah),
tetapi kebanyakan mereka tidak
beriman. Dan sesungguhnya
Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa
lagi Maha Penyayang.(QS Asy
Syu'araa' 123-140).
Kaumnya yang menunjukan
permusuhan kepada Hud dan
memberontak/melawan Allah,
nyata-nyata dibinasakan. Badai pasir
yang mengerikan membinasakan
kaum 'Ad sebagaimana mereka
"tidak pernah mengira".
Temuan Arkeologis Kota Iram
Pada permulaan tahun 1990 muncul
keterangan pers dari beberapa
Koran terkemuka di sunia yang
mengemukakan;"Kota di Arabia
Yang banyak diceritakan dalam
sejarah Ditemukan", "Kota Legenda
di Arab Ditemukan", "Ubar, Atlantis
di padang pasir". Apa yang membuat
temuan arkeologis ini
membangkitkan minat adalah
kenyataan bahwa kota ini yang juga
disebut dalam Al Qur'an, sejak
dahulu hingga saat ini banyak orang
yang beranggapan bahwa kaum 'Ad
sebagaimana diceritakan dalam Al
Qur'an hanyalah sebuah legenda
atau lokasi dimana 'Ad berada tidak
akan pernah ditemukan, mereka
tidak dapat menyembunyikan
keheranannya atas penemuan ini.
Penemuan kota ini yang hanya
disebutkan dalam dongeng lisan
Suku Badui, membangkitkan minat
dan rasa keingintahuan yang besar.1
Nicholas Clapp,
seorang arkeolog
amatir yang
menemukan kota
legendaries yang
disebutkan dalam
Al Qur'an . Sebagai
seorang
Arabophile dan
pencipta sebuah
film dokumenter
yang terpilih,
Clapp telah
menjumpai suku
yang sangat menarik selama
penelitiannya tentang sejarah
Arabia. Buku ini berjudul "Arabia
Felix" yang ditulis oleh seorang
penulis Ingris bernama Bertram
Thomas pada tahun 1932. Arabia
Felix adalah sebuah roman yang
menunjukkan tempat-tempat bagian
selatan semenanjung Arabia dimana
saat ini termasuk daerah Yaman dan
sebagai besar Oman. Bangsa Yunani
menyebut daerah ini "Eudaimon
Arabia". Sarjana Arab abad
pertengahan menyebutnya sebagai
"Al-Yaman as-Saida" 2 . Semua
penamaan tersebut berarti "Arabia
yang Beruntung", karena orang-
orang yang hidup didaerah tersebut
dimasa lalu dikenal sebagai orang-
orang yang paling beruntung pada
jamannya. Apakah yang menjadi
alasan bagi sebuah penunjukan
seperti itu?.
Keberuntungan mereka adalah
berkaitan dengan letak mereka yang
strategis -bertindak selaku
perantara dalam perdagangan
rempah-rempah antara India
dengan tempat-tempat di sebelah
Utara semenanjung Arab. Di samping
itu orang-orang yang berdiam di
daerah ini menghasilkan dan
mendistribusikan "frankincense"
sebuah aroma wangi-wangian dari
getah/damar sejenis pohon langka
yang menjadi barang yang sangat
penting dalam masyarakat kuno,
tanaman ini digunakan sebagai dupa
(asap wangi) dalam bebagai acara
religi/keagamaan. Pada sat itu,
tanaman tesebut setidaknya sama
berharganya seperti emas.
Seorang peneliti Inggris Thomas
menyebutnya sebagai suku yang
"beruntung", Ia dengan panjang
lebar mengakui bahwa telah
menemukan jejak bekas-bekas dari
sebuah kota kuno yang dibangun
oleh salah satu suku ini. 3 Kota ini
dikenal dengan sebutan "Ubar" oleh
suku Badui. Di dalam sebuah
perjalanan yag dilakukan di daerah
tersebut oleh suku Badui yang hidup
di padang pasir telah menunjukan
sebuah jalur usang dan menyataka
bahwa jejak-jejak ini menuju ke arah
kota kuno Ubar. Thomas yang
menunjukkan keinginan besar dalam
hal ini meninggal sebelum mampu
menuntaskan penelitiannya.
Clapp yang mempelajari apa yang
ditulis oleh Thomas sang peneliti
Ingris, diyakinkan akan keberadaan
kota yang hilang tersebut
sebagaimana disebutkan dalam
buku tersebut. Tanpa membuang
waktu, Ia memulai penelitiannya.
Clapp mencoba dengan dua jalan
untuk membuktikan keberadaan
Ubar. Peertama, Ia menemukan
bahwa jalan-jalan yang dikatakan
oleh suku Badui benar-benar ada. Ia
meminta kepada NASA (Badan Luar
Angkasa Nasional Amerika Serikat)
untuk menyediakan foto/citra satelit
dari daerah tersebut. Setelah melalui
perjuangan yang panjang, Ia
berhasil membujuk pihak yang
berwenang untuk memotret daerah
tersebut.4
Clap melanjutkan mempelajari
naskah dan peta-peta kuno di
perpustakan Huntington di
California. Tujuannya adalah untuk
menemukan peta dari daeah
tesebut. Setelah melalui penelitian
singkat, ia menemukan peta
tersebut. Apa yng ditemukannya
adalah sebuah peta yang digambar
oleh Ptolomeus seorag ahli Geografi
Yunani Mesir dari tahun 200 M.
Dalam peta ini ditunjukan letak dari
kota tua yang ditemukan di daeah
tersebut dan jalan-jalan yang
menuju kota tersebut.
Sementara itu. Ia
menerima kabar
bahwa gambar-
gambar satelit
yang
diinginkannya
telah diambil oleh
NASA. Dalam gambar tersebut,
bebeapa jejak kafilah menjadi
nampak yang hal tersebut sulit
untuk dikenali dengan
menggunakan mata telanjang,
namun hanya bisa dilihat sebagai
satu kesatuan dari luar angkasa.
Setelah membandingkan gambar-
gambar dari satelit dengan peta tua
yang ada ditangannya, akhirnya
Clapp mencapai kesimpulan yang ia
cari ; jejak-jejak dalam peta tua
berhubungan dengan jejak-jejak
dalam gambar yag diambil dengan
satelit. Tujuan akhir dari jejak-jejak
ini adalah tempat peninggalan
sejarah yang luas yang ditengarai
dadulunya merupakan sebuah kota.
Akhirnya lokasi kota legendaris yang
menjadi subyek cerita-cerita lisan
suku Badui diketemukan. Tidak
berapa lama kemudian penggalian
dimulai dan peninggalan dari sebuah
kota mulai diangkat dari bawah
gurun pasir. Demikianlah kota yang
hilang sebagaimana disebutkan
sebagai " Atlantis dari padang pasir,
Ubar ".
Apakah hal tersebut membuktikan
bahwa kota ini sebagai kota kaum
'Ad yang disebutkan dalam Al
Qur'an ?.
Lokasi koa 'Ad yang ditemukan
berdasarkan foto yang diambil
dari pesawat ulang alik. Dalam
foto terlihat, tanda panah
adalah tempat dimana jejak-
jejak kafilah bertemu, dan
mengarah ke Ubar.
1. Ubar, hanya dapat dilihat dari
luar angkasa sebelum dilakukan
pengalian.
2. Kota yang berada 12 meter
dibawah pasir nampak setelah
dilakukan penggalian.
Saat itu juga reruntuhan-reruntuhan
mulai dilakukan penggalian,
ditengarai bahwa reruntuhan dari
kota tersebut berupa pilar-pilar milik
kaum 'Ad dan Iram seperti
disebutkan dalam Al Qur'an, karena
di berbagai susunan yang digali
adalah menara yang merujuk/
dihubungkan dengan yang ada
dalam Al Qur'an. Dr. Zarins seorang
anggota tim penelitian yang
memimpin penggalian mengatakan
bahwa selama menara-menara itu
dianggap sebagai unsur yang
menunjukkan ke-khas-an kota 'Ubar,
dan selama Iram disebutkan
mempunyai menara-menara atau
tiang-tiang, maka, sejauh ini, itu
merupakan bukti terkuat bahwa
peningalan sejarah yang mereka gali
adalah Iram, kota kaum 'Ad yang
disebutkan dalam Al Qur'an:
Apakah kamu tidak memperhatikan
bagaimana Tuhanmu berbuat
terhadap kaum 'Ad, (yaitu)
penduduk Iram yang mempunyai
bangunan-bangunan yang tinggi
yang belum pernah dibangun (suatu
kota) seperti itu, di negeri-negeri
lain.( QS AL Fajr: 6-8).
CATATAN
1. Thomas H. Maugh II, "Ubar,
Fabled Lost City, Found by LA Team",
The Los Angelas Times, 5 February
1992.
2. Kamal Salibi, A History of Arabia,
Caravan Books, l98O.
3. Bertram Thomas, Arabia Felix:
Across the "Empty Quarter" of
Arabia, New York: Schrieber's Sons
1932, hlm. 161.
4. Charlene Crabb, "Frankincense",
Discover, January 1993.

No comments:

Post a Comment