FIDOBONE

TARO ADA TARO GAU'

Thursday, 1 December 2011

Makhluk -makhluk Asing Di Sekolahku

Kenangan di Pertengahan tahun 1999

Bulan juni , aku dinyatakan lulus 100 % di eseltepe 1 dua Boccoe. Aku berencana untuk melanjutkan studiku di kota watampone, ibu kota kabupaten Bone.
Setelah aku mengambil ijasahku , akupun ke watampone untuk mendaftar di esema 1 watampone, esema yang selama ini aku impi-impikan, selain Karena lokasinya dekat dengan rumah juga karena gengsinya tinggi, sekolahnya anak-anak berotak encer. Karena takut gak diterima di esema 1, maka aku telah memilih dua sekolah alternatif yaitu di esema 4 dan SMK 1 Watampone, namun karena bernagai pertimbangan akhirnya Cuma esema 4 aja yang menjadi alternatif kedua setelah esema 1.
Tidak semua keinginan kita dikabulkan Allah. Aku yang begitu menginginkan sekolah di esema 1 tidak lulus, Allah menghendaki lain. karena gak lulus di esemu 1 akhirnya aku harus berbesar hati sekolah di esemu 4 watampone.
Hari senin bulan juli, hari pertama pelaksanaan orientasi siswa atau ospek. Aku berjalan di koridor menuju ruanganku ruanganku. Aku kaget bercampur senang, tiba-tiba mataku menangkap bayangan makhluk yang imut dan manis. Cantik.
Aku menyapanya “ Hei, kamu kok ada disini ? katanya mau sekolah di esemu 1 ?”
“ Iya sih, tapi aku gak lulus, terpaksa deh sekolah disini. Tapi ngomong-ngomong kamu ngikutin aku ya ? kok kamu juga ada disini ?” katanya sambil bercanda.
“ Wee... ge-er lu, aku sekolah disini karena udah sejak dulu kepingin sekolah disini ” kataku bohong. Kami tertawa renyah. Obrolan kami tak berlangssung lama karena bel masuk berbunyi. Aku masuk keruanganku , Anti pun demikian.
Aku suka ruanganku karena kakak pendamping pada kecee-kece semua. Kecuali laki-lakinya. Ada Dina Adriana dari jalan Onta, Ariani dari jalan Durian yang cantiknya cek cek cek nauzu billah min dzalik. Yang satunya lagi seorang laaki-laki namanya Sabrang, ni anak kalau dipikir-pikir keren juga tapi kalau diliatin astaga naga , tampangnya kayak gerandong. Tau gak gerandong itu tu anak angkatnya mak lampir.
Di hari keempat , pembawa materinya adalah Muhammad Rafik. Akmi disuruh membuat pidato dan nantinya pidato itu di presentasikan di depan kelas.
Satu-persatu siswa-siswi naik kedepan kelas untuk membacakan pidatonya masing-masing. Setelah beberapa menit kemudian , tiba giliranku. Aku agak sedikit grogi karena aku tidak terbiasa tampil di depan umum. Akupun memulai pidatoku. Anak-anak pada diam menikmati dengan khusuk isi pidatoku. Mereka seperti terhipnotis karena gaya intonasiku yang memukau, mirip dengan intonasi Zainudin MZ. Tapi sayang di pertengahan pidatoku ada suatu kata-kata yang kedengarannya ganjil. Spontan saja anak-anak dan Pak Rafik pada tertawa. Kontan aja mentalku menurun sampai 90 % . aku ikut tertawa. Beberpa kali aku mencoba untuk konsen, tapi selalu gagal. Akhirnya aku disuruh turun oleh audiens. Dengan malu yang teramat sangat aku kembali duuk di bangkuku. Ah, musnah sudah harapanku untuk terpilih sebagai pembaca pidato terbaik. Padahal awal pidatoku sangat meyakinkan. Ah, dasar nasip jelek lagi berpihak sama aku.
Hari sabtu siang , akhirnya pelasanaan orientasi siswa berakhir setelah resmi diadak acara penutupan.
Hari senin, pagi-pagi bener. Aku ssudah siap kesekolah, takut telat. Maklum siswa baru belum tahu sikon. Setelah sarapan , sekitar pukul 06.30 wita, aku langssung meluncur kesekolah dengan mengendarai anderbonku, alias sepeda mustang-khu tercinta yang selalu setia menemaniku sejak esempe.
Sesampai disekolah , aku sibuk mencari kelas mana yang aku tempati. Beberapa siswa juga kelihatan sibuk mencari kelasnya. Lagi sibuk-sibunya , tiba-tiba cewek imut berdiri di depanku. Jantungku berdegup kencang. Aku tak sanggup mengeluarkan kata-kata. Lidahku tersa kaku. Aku hanya sanggup tersenyum dan Anti pun membalasnya dengan senyuman yang paling manis.

Oh, cintaku
Kini engkau kembali hadir
Menghadirkan riuk gelombang dihatiku

Kuberdiri terpana didepanmu
Tanpa kata tanpa isyarat
Bibirku kelu, lidahku kaku
Detak jantungku tak beraturan

Kucoba tuk berkata
Tapi, kepalaku kosong melompong
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Kuhanya diam, diam dan diam

Kutarik napasku tuk mengusir kebisuanku
Kulemparkan senyum
Kau balas senyumku
Indah, indah sekali .

Pertemuan itu berlalu dengan cepat karena aku buru-buru berlalu untuk mencari kelaasku.setelah berputar-putar, akhirnya kutemukan juga kelasku. Namaku terpampang indah di daun pintu kelas I e, kelas paling ujung dari sebelah kiri gedung sekolah.
Aku masuk dan memilih bangku nomor 2 dari belakang, deretan kedua dari kanan. Aku duduk dengan santai dan disampingku duduk sebuah makhluk asing. Agak item tapi aku yakin dia juga manusia, punya mata, punya hati ( lho kok kayak lagunya SERIUS?). aku ingin menegurnya dan berkenalan dengannya, tapi... astaga , bau apa itu, kayak bau naga ! batinku. Aku mencium aroma tidak sedap. Setelah aku menanyakan kepada mbah dukun , konon katanya aroma itu bersal dari WC yang terletak disamping kelasku yang diterbagkan oleh angin sepoi-sepoi .
Setelah beberapa hari masuk sekolah, akhirnya aku menemukan teman-teman baru di laci mejaku (emang semut ?) ada Anwar dari majang, Ambas dari jalan Durian , syamsuri jalan langsat, Ashar dari jalan kini balu, Andi Yusni dari jalan Husjed, Andi Nursiah dari tanete buang, Febri dari jalan onta dan masih banyak lagi yang aku temukan yang wajahnya untuk nik-unik dan sangat asing bagiku karena aku gak pernah menemukan makhluk-makhluk yang kayak ginian sebelumnya.

No comments:

Post a Comment