FIDOBONE

TARO ADA TARO GAU'

Tuesday, 6 December 2011

LINTAS ALAM

Kenangan Diawal Pebruari 2002

Sebelum ulangan umum cawu 1, tepatnya pada tanggal 7 Pebruari 2002 seluruh siswa kelas 3 diharus mengikuti lintas alam, karena lintas alam merupakan penilaian untuk pelajaran penjas dan penilaian itu akan dimasukkan dalam Raport.
Pak Alimuddin sebagai guru penjas kami telah membagi kelompok di kelas kami, aku berada di kelompok Primitif yang beranggotakan 7 orang, yaitu Husaini,Andi Hendra, Syarifuddin, Hamzah (Eksis),Baharuddin, dan aku .

Minggu, 7 Pebruari 2002
PUKUL 07.00 wita
Seluruh murid kelas 3 berkumpul dilapangan basket. Selain siswa kelas 3 ada juga siswa anggota Palangmerah dan Pramuka yang ikut dalam lintas alam ini. Mereka bertindak sebagai panitia pelaksana kegiatan lintas alam ini.
Sambil menunggu giliran pemberangkatan kami foto-foto. Satu-persatu kelompok diberangkatkan. Setelah menunggu beberapa lama , akhirnya kelompok kami diberangkatkan.
Kami berlari kecil meninggalkan sekolah menuju lorong yang terletak di samping SMU 4 Watampone. Kami menelusuri lorong tersebut hingga sampai pada sebuah hamparan persawahan . Dari ujung lorong tersebut kami dapat melihat dengan jelas rombongan kelompok yang dahulu diberangkatkan menelusuri pematangan sawah menuju kearah barat.
Dengan sabar kami menelusuri pematangan sawah yang agak sedikit becek karena lagi musim tanam. Beberapa menit kemudian kami sampai pada sebuah gedung olah raga yang telah usang karena tak ada orang yang merawatnya. Kami menelusuri koridor gedung tersebut hingga sampai pada pos panitia, disini kami mengambil nomor sebagai bukti bahwa kami melewati rute yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah mengambil nomor kami meninggalkan gedung , sebelum meninggalkan gedung tak lupa kami mengabadikan tempat ini dengan beberapa kali jepretan Blitz tustel (kamera).
Kami terus berjalan menelusuri pematangan sawah hingga sampai pada sebuah pinggir jalan yaitu jalan Carawali, jalan menuju Tanete buang. Ddisini kami mengambil nomor lagi pada panitia yang telah menunggu.
Setelah itu kami berjalan masuk terminal Petta Ponggawae lewat gerbang belakang dan keluar melalui gerbang depan . kami menelusuri jalanan bersapal yaitu jalan MT. Haryono menuju kebarat sekitar kurang lebih 250 meter dari terminal kami berbelok kekanan pada sebuah lorong yang aspalnya compang camping. Diujung lorong buntu ini kami kembali menemukan hamparan persawahan yang penuh dengan tanaman jagung yang siap panen. Kami menelusuri pematangan sawah menuju keutara. 15 menit kemudian rombonganku sampai pada sebuah perkebunan coklat (koko) yang terletak dipinggir sungai. Kami menelusuri pinggir sungai tersebut menuju ke utara hingga sampai akhirnya tepat pada pukul 11.00 wita kami sampai pada sebuah bendungan (bendungan cabalu) .kelompok yang telah tiba sejak tadi , berseliweran di sekitar bendungan untuk menikmati pemandangan disekitarnya.
Setelah mengambil nomer pada panitia kami ikut menikmati pemandangan yang ada disekitar bendungan . Karena perut sudah terasa keroncongan maka setelah mendengan instruksi dari Pak Gaffar maka kamipun menyantap semua perbekalan yang ada. Aku yang memiliki otak encer, aku tidak langsung membuka perbekalanku tetapi aku kekelompok lain untuk mencari mangsa terlebih dahulu. Setelah makan dari perbekalan teman dikelompok lain baru aku membuka perbekalanku dan makan sepuasnya. Wenak tenang !
Setelah menyantap semua perbekalan yang ada , aku kembali berjalan-jalan disekitar bendungan. Aku melihat anak-anak IPS 4 pada main seluncuran diatas bendungan . aku melihat Ashar meluncur kebawah , dia kelihatan sangat menikmatinya. Aku tertarik untuk ikut meluncur. Kukumpulkan semua keberanianku dan ssreee…….tt, akhirnya aku meluncur dengan sukses, ternyata emang seru banget, kalah deh ama ditaman Impian jaya ancol. Aku mengulanginya lagi, lagi dan lagi sampai enam kali. Karena capek , aku beristirahat di bawah bendungan. Dari bawah bendungan aku mendongak melihat keatas bendungan, diatas sana ada Eno, Ambas, Ashar yang ssudah siap untuk meluncur kebawah. Aku memperkirakan ketinggian bendungan ini sekitar 6 meter dari permukaan air sungai.
Aku mengalihkan pandanganku kepinggir sungai sebelah utara, aku melihat aku melihat gadis itu, cinta pertamaku, Asrianti. Jantungku tak berdetak kencang seperti dulu. Mungkin karena selama ini aku jarang memikirkannya , aku memang ingin melupakannya, ini semua karena insiden itu.
Kualihkan pandanganku pada seorang Adi yang memiliki tubuh yang agak gendut. Ia nyemplungkan tubuhnya kedalam sungai dan berenag ke arahku, kebawah bendungan. Pas pertengahan sunngai, ia ngosngosan dan berteriak tolong. Tubuhnya sudah lemah . timbul-tenggelam. Awal, Rino dan Raizal dengan sigap melompat menolong Adi. Awal cs mendorong tubuh Adi menuju kebawah bendungan. Awal cs kewalahan , nafas mereka ikut ngos-ngosan tenaga mereka sangat terkuras karena tubuh Adi yang gendut. Karena kondisi Adi semakin mengkhawatirkan dan Awla cs pun sudah kelihatan tidak mampu akhirnya dengan semangat belalang tempur aku melompat menolong Adi. Adi berpegangan pada bajuku, dengan sekuat tenaga kukayuh kakiku dan mengepak-ngepakkan tanganku. Napasku tersengal-sengal, kepalaku timbul tenggelam ditindih oleh tubuh gembrotnya Si Adi. Aku mulai khawatir , bias-bisa aku yang tenggelam karena tenagaku udah mau habis. Tidak aku belum mau mati, aku harus selamat dan menyelamatkan Adi. Batinku.
Dengan sisa tenagaku dan semangat 45 akhirnya aku berhasil mencapai dasar bendungan. Aku melirik ke Adi , napasnya sangat memburu, tapi napasku lebih memburu lagi . kusandarkan tubuhku pada dinding bendungan . kubiarkan air menerpa kepalaku. Terima kasih ya Allah engkau menyelamatkan kami.
Seteelah tenagaku pulih kembali, aku berenang menuju kepinggir sungai. Aku berjalan menuju tempat dimana tas ranselku kusimpan. Tak sengaja tatapanku bertubrukan dengan Asrianti, dia tersenyum dengan senang hati aku membalasnya.
Belum asampai pada tempat tujuanku aku mendengar suara ribut di bawah bendungan sana . Syahruddin berlari kearahku dari arah yang berlawan, dia mengajakku turun kembali kesungai. Akupun menurut.
Aku dan Syhruddin berlari turun kesungai , gayanya persis kayak di film Baywatch. Sesampai dipinggir sungai. Syahruddin lansung lompat mendahuluiku, tak seberapa jauh ia berenang, ia berbalik kedarat.Kok Syahruddin balik dengan muka tegang, jangan-jangan ada buaya. Batinku.
“ Kenapa balik ?” tanyaku pada Syahruddin ketika sampai didekatku
“ Kakiku keram”
Aku hanya meng “O”. Sedetik kemudian Syahruddin kembali berenang menuju ke bawah bendungan dimana Andi Hendra berada, mungkin keramnya udah sembuh. Sedetik kemudian akupun menyusul . belum sampai aku di pertengahan, aku merasa kakiku kaku dan sangat saki. Kakiku keram. Aku berbalik dan berusaha berenang ke darat. Sesampai dipinggir sungai, aku lansung merebahkan tubuhku diatas batu yang lempeng sambil meringis meringis menahan perih. Asriadi dating mendekatiku.
” Do’, kamu kenapa ?”
“ Kakiku keram” jawab meringis
Tiba-tiba anak-anak perempuan IPA 2 menghampiriku. Kukira ia mau bersimpati atas sakit yang kurasakan , mereka malah tertawa dan mencipratiku air dengan tangan mereka sambil berteriak “ Dia hanya pura-pura”.
“ Aku serius nih !”
“ Iya, bener kakinya ker am. Ini betisnya kayak ada kelerengnya !” jawab Asriadi membenarkan sambil mengurut-urut kakiku. Akhirnya mereka percaya.
Ternyata urutan Asriadi mujarab juga, rasa sakit dikakiku udah agak berkurang..
Tak lama kemudian dating Andi Hendra yang sedang dibopong dan dibelakang Andi Hendra, aku melihat Anto yang juga ikut-ikutan dibopong, dan akhirnya kami bertiga terkapar diatas batu lempeng.
Kakiku belum pulih benar terpaksa ku paksakan untuk berdiri karena terdengar suara sempritan dari atas bendungan yang di bunyikan oleh pak Gaffar, guru penjas kelas 1, dan dia merupakan guru paling killer di sekolahku. Waktu aku kelas 1 , aku pernah kena keganasannya. Hari senin jam pertama adalah mata pelajaran Penjas, Pak Gaffar menyuruh Umi, teman sekelasku untuk menyampaikan pada semua siswa kelas 1 E agar keluar ke lapangan , tapi pada waktu Umi menyampaikan perintah itu , dia senyum-senyum, jadi kami menganggap kalau Umi sedang bercanda , jadi kami tetap di tempat sambil ngerumpi tanpa menghiraukan apa yang disampaikan Umi. Selang beberapa menit, tiba-tiba Pak Gaffar masuk ke kelas kami dengan tampang yang sangat sangar dan marah-marah dan Buk, Buk, Buk ! semua siswa laki-laki mendapat tinju yang dengan telak mendarat di perut . Akh, pekikku kala Pak Gaffar mendaratkan tinjunya di perutku. Belum puas dengan semua itu , ia menyuruh kami, baik perempuan maupun laki-laki untuk melakukan Pus Up sebanyak 100 kali.hitungan. Astaga lenganku terasa berat dan nyut-nyut setelah melakukan pus up. Habis itu kami disuru untuk membersihkan halaman depan sekolah. Aku disuruh menggunting bunga-bunga , manalagi bunganya tinggi-tinggi. Astaga lenganku terasa berat dan sakit banget bila kuangkat lenganku untuk menggunting tangkai yang tinggi. Dengan wajaah meringis kugunting sampai rapi karena Mr. Killer berdiri di sampingku. Ah, Sempurnalah penderitaan kami hari itu. Itu semua berkat Mr. Killer.
Aku berjalan tergopoh-gopoh menuju ketempat dimana tasku kusimpan. Aku mengganti pakaianku yang basah stelah itu sebelum kami meninggalkan bendungan, kami mengabadikannya dengan beberapa kali jepretan.
Kami melanjutkan perjalanan dengan menelusuri anak sungai tembusan sungai cabalu. Tak lama kami berjalan kami sampai pada sebuah jalanan beraspal. Kami menelusuri jalanan beraspal itu hingga sampai pada sebuah hamparan persawahan yang terletak pada sebelah kanan jalan.. Kami kembali menelusuri pematangan sawah. Ditengah keasyikan ngobrol tiba-tiba
“ahk” Ahmad menjerit kesakitan “ Kakiku keram” ujarnya meringis
Syahruddin dan Husaini memapah Ahmad menuju sebuah rumah-rumah sawah. Kami beristirahat sambil menunggu kai Ahmad pulih. Tak berapa lama kemudian kaki Ahmad sembuh , kamipun melanjutkan perjalanan. Aku yang masih merasakan rasa nyeri pada betisku membuat aku berjalan terpincang-pincang.
Dipematangan sawah yang kita lewati , didepan sana berdiri seekor sapi jantan dengan tanduk runcing dan panjang. Sekitar 6 meter dari sapi itu, Syrarifuddin melemparnya dengan gundukan tanah agar sapi itu turun dari pematang sawah. Tapi Allah menghendaki lain , sapi itu malah berlari kearah kami dan ssiap menabrak kami. Spontan saja Aku dan rombongan berhamburan dan lari pontang-panting untuk menyelamatkan diri . Aku yang tadinya merasakan nyeri pada betisku akibat keram langsung hilang karena saking takutnya , aku berlari kencang diatas sawah yang berair dan becek, aku tidak peduli lagi kalau sepatuku akan kotor. Setelah kami jauh dari sapi tersebut, kami semua lansung tertawa mengenang kejadian konyol dan mengerikan yang barusan menimpa kami. Saat aku mengambil tasku dipunggung, aku baru ngeh kaalu tasku penuh percikan Lumpur. Aduh , manalagi ni tas , tas cap pinjam , yang aku pinjam dari Mare tetanggaku.
Setelah beberapa lama kami berjalan , kami sampai di daerah perumaham BTN. Macanang. Kami melewati jalanana-jalanan diantara rumah-rumah BTN. Tak lama kemudian kami sampai di jalanan raya yang tembus dengan rumah sakit umum Andi Tenriwaru. Dengan semangat 45 , kami menerobos panasnya matahari siang bolong. Akhirnya tepat pukul 12.30 kami sampai di sekolah dengan tenaga yang sangat terkuras. Aku merebahkan tubuhku diatas bangku di kelas 3 IPA 1. setelah tenagaku pulih kembali, aku pulang kerumah dengan naik becak karena aku gak kuat lagi jalan kai. Pukul 13.00 wita, aku sampai dirumah dan langsung mandi, sehabis mandi aku lansung tidur dengan mimpi full colour.

Biar kuhempaskan tubuhku
Dalam mimpi indahku
Agar lelahku terbang bersama bunga mimpiku
Kala ku buka kembali mataku

No comments:

Post a Comment