FIDOBONE

TARO ADA TARO GAU'

Thursday, 1 December 2011

Meraup Uang ala Nelayan



Menangkap ikan di sungai atau di rawa dengan menggunakan “tangguk” merupakan suatu hal yang lumrah dan biasa-biasa saja dan bahkan kebanyakan para nelayan atau para penangkap ikan menggunakan tangguk. Tetapi ketika saya jalan-jalan ke kota Banjarmasin, tangguk digunakan bukan disungai atau di rawa tetapi ditengah jalan. Sepanjang jalan trans Kalimantan Tengah ke Kalimantan selatan kita disuguhi pemandangan aneh yang baru pertama kali saya lihat. Pemandangan ini akan kita saksikan setelah melewati Anjir, (sebuah desa yang ada di salah satu Kabupaten di Banjarmasin) sampai ke Kota Banjar Masin. Sebuah kursi diletakkan di tengah jalan dan di ikatkan secarik bendera dan kotak kardus. Tiga orang atau bahkan sampai enam orang berdiri berjejer ditengah jalan, menggunakan cadar bak pasukan tentara militant Taliban yang hendak mencegat pengendara yang mencurigakan. Yang membedakannya, kalau pasukan Taliban dilengkapi dengan senjata sniper dan granat dipinggang, sedangkan mereka ini hanya memegang “tangguk”. Tangguk yang dipegangnya akan ditengadahkan dan dijulur-julurkan kearah pengendara yang lewat seraya berkata “SUMBANGANNYA PAAKKK”…oh ternyata mereka ini hendak meminta sumbangan kepada setiap pengendara yang lewat dan tangguknya digunakan untuk menangkap uang yang dilemparkan si pengendara. Aku kembali melongok melihat kearah Kardus yang diletakkan dikursi, disana tertulis “SUMBANGAN UNTUK PEMBANGUNAN MESJID bla bla bla…
Bermacam-macam cara untuk meraup uang. Apakah uang itu benar-benar untuk membangun mesjid atau hanya sekedar menggunkan kedok untuk meraup uang untuk kepentingan mereka sendiri, hanya Allah yang tahu, yang penting niatku meleparkan uang ke tangguk mereka sesuai dengan tulisan di kotak kardus diatas kursi.
Hendak menyaksikan pemandangan seperti ini maka jalan-jalanlah ke Kota Banjarmasin dan kamu akan menemuinya di sepanjang jalan menuju (masuk) ke kota Banjarmasin.

No comments:

Post a Comment