Kenangan di kelas III cawu III
Aku mungkin salah satu siswa yang mesti dikasih penghargaan sebagai siswa yang paling rajin kesekolah . aku gak perah absen masuk sekolah , ya… kayaknya aku memang udah punya ciri menjadi orang besar . Besar apanya ? besar kentutnya Hihihi…Dan perlu juga di ketahui bahwa sebagai seorang calon orang besar aku sangat menjauhi yang namanya pacaran karena itu akan sangat menyita waktu untuk konsentrasi ama kewajiban kita sebagai pelajar. ( menjauhi apa dijauhi ???)
Setiap pagi aku berangkat kesekolah dengan baby face yang ceria. Aku berjalan gontai tanpa beban menelusuri gang didepan rumahku sambil bersenandung lirih menuju kesekolah.
Sesampai disekolah kudapati teman-temanku Asdar, Bahar, Wawan , Ahmad dan Anwar udah kumpul di meja tengah , ngerumpi merupakan kebiasaan rutinitas sebelum jam pelajaran dimulai.
“ Dos cepatan gabung sini” ajak Wawan gak sabaran. Aku menyimpan tasku di laci mejaku dan ikut ngumpul dibangku tengah.
“ Dos, Kamu pacarin aja, Fitri” Ucap Wawan menyarankan. Fitri , teman sekelasku , wajahnya sih gak cantik-cantik amat dan rada bulat kayak bola bekel. hehe..
“ Aku belum mau pacaran” ucapku ogahan
“ Nggak seru, masak sekolah gak ada seninya” tambah Wawan lagi
“ Tapi , Masak sih aku harus pacaran ama makhluk gemrot itu”
“ Nggak papa yang penting uangnya banyak dan kita bisa pinjam motornya kalau mau kemana-mana” tandas Anwar, yang tampangnya kayak Patkay versi kulit hitam dan berbodi Bombom.
Aku diam berpikir. Ya, kayaknya menggiurkan nih ide.Batink, tapi satu hal yang membuat aku berpikir , aku gak berani nembak cewek. Soalnya aku belum punya pengalaman nembak cewek secara langsung , bisa –bisa aku pingsan gara-gara Nervaus.Tapi karena gak mau dibilang cowok penakut maka aku sok berani aja. hihi.
“ Bagaimana ?” Tanya Ahmad
“ Bolelah” ucapku yang kedengarannya seperti pasrah..
Aku lagi main gitar dirumah Alwi (Lawing si gigi manyun) , tiba-tiba datang sepupuku, Rina dan menyuruhku pulang katanya ada temaku dirumah . Aku langsung meningglakan Alwi yang lagi berusaha mingkem.
Sesampai dirumah , ternyata Ahmad ama Anwar. Aku agak heran karena gak biasa-biasanya ni anakn dating kerumahku.
“ Motor siapa tu” tanyaku
“ Motornya Fitri, dia sekarang ada dirumah wawan “ jawab Ahmad.
“ Trus , ini ada apa ni tumben dating kerumah”
“ Mau ngajakin kamu kerumah Fitri” ucap Anwar
“ Boleh, tapi aku gak punya motor” ujarku jantan padahal dalam hatiku deg-degan. Aduh mampus dah .
“ Ini ada motor” kata Anwar
“ Boncengan tiga ?”
“ Iya , inikan bukan motor gue” ujar Ahmad tanpa rasa dosa. Kami ketawa.
Aku buru-buru ganti baju . Lima menit kemudian kamipun meluncur kerumah Wawan, motor Fitri digenjot tanpa ampun oleh Ahmad. Sesampai dirumah Wawan, Fitri dan Astrina langsung pulang untuk menunggu kedatangan kami.
Jam 20.00 wita, kami sudah sampai dirumah Fitri . kami datang satu batalyon , kayak mau demo. Ada Anwar, Kurniawan (Wawan), Ahmad, Agustan, Fahrul, dan Aku.
Kami disuguhi Pisang Molen, yang merupakan makanan kebangsaanku. Sambil menyantap cemilan kami ngerumpi mulai dari music, Liga Italia, sampai pada dunia politik, ini penting karena kami adalah anak-anak social yang nantinya akan ikut berkecimpung di dunia politik untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang terpandang di mata dunia.
Lagi asyik-asyik ngobrol, tiba-tiba Astrina menarik aku menuju ke teras. Kukira dia mo ngapain, ternyata dia mo ngasikan aku fotonya Fitri, awalnya aku nolak tapi karena dia maksa akhirnya kumasukkan kedalam kantong celanaku.
“ ayo simpan di kantongmu, nanti keliatan ama dia, marah lo”
“ Iya, iya” ucapku nurut.
Kayaknya Astrina ini ngira aku naksir abis ama Fitri, padahal ini Cuma rekayasa.
Karena udah larut malam, akhirnya kami pamit pulang. Astrina , Sulfaida Noor mengantar kami sampai di pinggir jalan.
Di pinggir jalan kami ngobrol sambil menunggu giliran diantar pulang. Soalnya kami tadi datang hanya menggunakan dua motor jadi bergliran deh.
“Do, tembak aja sekarang Fitri-nya, mumpung dia masih ada di pendopo” ucap Astrina sambil menarik-narik aku menuju kerumah Fitri.
“ Besok aja” ujarku sok pejantan tangguh. Mati dah gua , ya Alah hentikan Mak lampir satu ini untuk memaksa aku, soalnya aku gak berani ngomong langsung, aku grogi, aku gak biasa dan bahkan gak pernah nembak cewek.
“ Atau aku panggilin dia turun kesini” ujarnya gak mau menyerah.
“ Jangan. Besok aja” aduh dasar mak lampir, apa dia gak lihat mukaku sepucat mayat.
“ Ya udah kalau gak mau” ujarnya agak kecewa.
Terima kasih ya Allah. Akhirnya aku selamat. Seandainya tadi dia nekat memaksa aku nemabak fitri, bisa pingsan dah aku.
Tak lama kemudia Agustan datang yang baru saja mengantar Fahrul pulang. Akhirnya aku dan Agustan berlalu dari cengkraman Astrina.
Sesampai di jalan Husain Jeddawi, aku meminta diturunin di depan Wartel Nurhalisa. Setelah Agustan berlalu aku pun masuk ke wartel untuk menelpon Fitri. Aku mau menembaknya lewat telpon aja soalnya aku gak akan pernah berani nembak lansung.
“ Hallo, bisa bicara dengan Fitri”
“ Siapa ini” Tanya suara perempuan di seberang sana.
“ Pirdaus”
“ Tunggu sebentar”
Tak lama kemudia terdengar suara fitri “ Hallo, kenapa Piddo”
Aku yang gak punya pengalaman nembak cewek, tanpa basa-basi, tanpa ngerayu, tanpa ngegombal aku lansung pada topik “nembak”
“ Anu, aku hanya mau bilang kalau , aku suka kamu, aku cinta kamu” aku diam sesaat” bagaimana jawabanmu ‘iya’ atau ‘tidak’” Ich, Basi banget .
“ Besok aja ya, aku kasi jawabannya”
“ kalau begitu sampai besok, ya. Assalamu alaikum”
“ waalaikumsalam”
Hahaha… aku lucu banget .bener-bener gak ada basa-basinya. Dasar bego.
Besoknya kau duduk di bangku nomor dua dari belakang. Sulfaida noor mendatangiku dan memberikan aku secari kertas yang terlipat kecil “ dari Fitri” ujarnya. Aku cuma menganguk. Jantungku berdebar . apa yah isi kertas ini.
Bel istirahat jam pertama berdering kencang. Aku beranjak dari tempat dudukku dan keluar kelas menuju perpustakaan untuk membaca isi kertas dari Fitri. Aku penasaran banget ama isinya.
Dengan dada berdebar-debar , kubuka lipatan kertas tersebut dan membacanya. Adu ma , ternyata isinya berisikan kata-kata penolakan atas rekayasa cintaku.
Aku lansung lemas, tapi aku juga bersyukur soalnya aku gak jadi pacaran ama cewek gemrot itu.
Pulang sekolah. Dikoridor depan kelas 3 IPS III aku berpapasan dengan Astrina dan ia langsung nyerocos.
“ jangan bersedih, kalau Fitri gak mau jadi pacarmu, aku bersedia kok jadi penggantinya”
Aku hanya tersenyum dan berlalu, Ooweek… gue mau muntah rasanya mendengarkannya. masak aku pacaran ama gerandong. hihi
Dan memang Astrina ini mendapat julukan dari teman-teman sebagai Miss Gerandong. Gerandong itu makhluk piaraan mak Lampir dalam Film Misteri gunung Merapi.
****
Harrah's Cherokee Casino & Hotel - MapYRO
ReplyDeleteFind your way around the casino, find where 1xbet 먹튀 everything is located with 메이피로출장마사지 the most up-to-date information about Harrah's Cherokee Casino https://sol.edu.kg/ & Hotel in Cherokee, NC. casinosites.one